Lewati ke konten
Maklon Briket Kirim brief

Blog

Kualitas Briket Arang Batok Kelapa: Angka Produsen Tak Setara

· Oleh PT Kora Prima Abadi · 4 menit baca

Kalau kamu mencari kualitas briket arang batok kelapa untuk merek atau ekspor, kamu akan menemukan banyak tabel: karbon tetap sekian persen, abu sekian persen, kalori sekian. Masalahnya, angka dari dua halaman berbeda sering tidak bisa dijajarkan. Catatan ini menunjukkan angka yang dicetak beberapa produsen, lalu menjelaskan kenapa jangan memilih pabrik hanya dari tabel.

Pengungkapan: situs ini diterbitkan PT Kora Prima Abadi, salah satu produsen yang dibahas. Semua angka di bawah adalah klaim yang dicetak masing-masing halaman, dibaca 22 Okt 2026. Bukan hasil uji kami, bukan peringkat, dan jangan dibaca sebagai “siapa lebih baik”.

Angka yang dicetak produsen

Produsen Karbon tetap Abu Air Yang dicetak soal metode
Kora, grade A minimal 75% maksimal 2,5% maksimal 5% tidak disebut
PT Coco Total Karbon Indonesia 75-80% (semua grade) 1,6-1,9% (Platinum); 1,9-2,2% (Super Premium) 6-8% menyebut beberapa laboratorium, tanpa nomor laporan
Grand Royal Coco, hexa BBQ berlubang 75-85% 6-10% maksimal 6% tidak disebut

Yang tampak: ada yang menulis batas (“minimal”, “maksimal”), ada yang menulis rentang. Abu 2,5% sebagai batas dan abu 1,6-1,9% sebagai rentang hasil adalah dua jenis pernyataan yang berbeda. Grand Royal mencetak abu 6-10% karena itu briket batang BBQ, bukan kubus shisha; bentuk dan pemakaiannya lain.

Kualitas briket arang batok kelapa: enam sebab angka tidak setara

  1. Batas atau hasil. Batas menjanjikan ambang; rentang menggambarkan yang diperoleh. Keduanya tidak bisa dikurangkan.
  2. Dasar ukur. Menurut ringkasan katalog standar ISO yang kami baca (belum dari halaman ISO-nya sendiri), kadar air dilaporkan terhadap massa contoh apa adanya, sedangkan abu dan zat terbang sering dilaporkan kering. Produsen jarang menyebut mana yang mereka pakai.
  3. Karbon tetap dihitung, bukan diukur. Halaman toko ASTM untuk D3172 menyebut air, zat terbang, dan abu diukur, sementara karbon tetap dihitung dari ketiganya. Jadi bila abu atau zat terbang bergeser karena cara ukur, karbon tetap ikut bergeser.
  4. Suhu uji abu. Ringkasan pencarian kami atas standar ISO menyebut 550 derajat C sebagai baku, dan suhu lain boleh dipakai bila dirujuk. Hasil pada suhu berbeda bisa berbeda. Ini sumber sekunder, jadi anggap sebagai alasan untuk bertanya, bukan fakta yang sudah final.
  5. Satuan kalori. Beberapa halaman mencetak satuan yang tidak lazim untuk arang, misalnya kcal/cm2 atau kJ/kg, sehingga tak bisa langsung disandingkan dengan yang memakai kcal/kg. Karena itu angka kalori sengaja tidak masuk tabel.
  6. Bentuk dan tingkat. The Coconut Company mencetak tiga tingkat briket BBQ di halamannya: tingkat Standard menulis abu 25-30%, tingkat Premium 8-10%. Satu merek pun bisa berjarak jauh antartingkat.

Dua halaman produsen Indonesia lain memuat blok angka yang nyaris sama (karbon tetap 75-80%, zat terbang 12-14%). Membaca keduanya tidak sama dengan dua konfirmasi independen. Venus Starch (India) menulis di halamannya bahwa angkanya diukur saat inspeksi sebelum pengiriman dan bisa berubah menurut iklim dan penyimpanan. Itu pengakuan yang jujur dan berguna: angka brosur bukan angka lotmu.

Yang tidak boleh kamu simpulkan

  • Bahwa produsen dengan abu tercetak lebih kecil pasti menghasilkan abu lebih sedikit di grill-mu.
  • Bahwa grade A Kora sudah diuji lab. Laporan lab yang ditampilkan Kora (Juli 2026) hanya untuk sampel grade B, jadi angkanya bukan hasil grade A. Kora juga tidak menyebut metode ujinya di halaman itu.
  • Bahwa sebuah produk “memenuhi SNI”, EN, atau ISO. Halaman yang kami baca tidak menampilkan sertifikat yang bisa dibuka. SNI 01-6235-2000 berjudul briket arang kayu, dan batas angkanya belum kami baca dari sumber resmi.
  • Bahwa lama bakar bisa dibandingkan. Halaman mencetak dari 90 menit per unit (Kora, minimal) sampai 10-12 jam (Grand Royal, batang hexa 5-20 cm). Bentuknya berbeda dan tak ada metode yang dirujuk.

Soal standar

Untuk ekspor ke Eropa, nama yang sering muncul adalah EN 1860-2. Menurut makalah 2025 di Biomass Conversion and Biorefinery, edisi 2023 menetapkan batas seperti air di bawah 8%; teks standarnya berbayar dan belum kami baca, dan satu pembacaan lain atas halaman yang sama memberi angka abu yang berbeda. DIN Media mencatat edisi 2005 dan DIN 51749 sudah ditarik. Intinya: tanyakan standar apa yang diminta pembelimu, lalu minta teks standar itu sendiri.

Cara memeriksa kualitas briket secara praktis

  1. Minta tiap angka dengan metode, dasar ukur (apa adanya atau kering), dan tanggal.
  2. Minta nama laboratorium dan nomor laporan, serta lot yang diuji.
  3. Bandingkan angka cetak dengan laporan, bukan dengan angka produsen lain.
  4. Bakar sampel di alat milikmu dua kali, seperti di menyetujui sampel secara tertulis.
  5. Tulis angka yang kamu pegang di lembar persetujuan sebelum produksi.

Dengan cara ini kamu menilai mutu briket dari bukti, bukan dari siapa yang mencetak angka paling rapi. Untuk calon ekspor, lihat juga langkah ekspor briket dan daftar periksa memilih pabrik.

Kalau mau menanyakan Kora

Kora salah satu produsen yang bisa kamu tanya. Baca dulu halaman briket merek sendiri, lalu kirim bentuk, volume, dan batas mutu yang kamu perlukan lewat halaman kontak. Minta jawaban tertulis, termasuk apakah laporan lab untuk grade yang kamu pilih bisa diatur.

Pertanyaan yang sering diajukan

Kenapa angka kadar abu dua produsen briket tidak bisa langsung dibandingkan?

Satu menulis batas maksimum, yang lain menulis rentang hasil. Suhu uji, dasar ukur (barang apa adanya atau kering), dan bentuk briket juga berbeda, sedangkan metode ujinya jarang dicetak. Angka yang tampak mirip bisa berasal dari cara ukur yang berbeda.

Apakah angka grade A Kora sudah teruji laboratorium?

Belum ada laporan lab untuk grade A di halaman Kora yang dibaca 22 Okt 2026. Satu-satunya laporan yang ditampilkan (Juli 2026) hanya untuk sampel grade B, jadi angkanya tidak boleh dibaca sebagai hasil grade A.

Apakah briket batok kelapa harus memenuhi SNI untuk ekspor?

Kami tidak bisa memastikannya. SNI 01-6235-2000 berjudul briket arang kayu, dan batas angkanya belum kami baca dari sumber resmi. Pembeli luar negeri biasanya menanyakan spesifikasi sendiri, jadi tanyakan standar apa yang diminta pembelimu.

Apa yang sebaiknya diminta dari pabrik selain tabel angka?

Metode uji dan dasar ukur tiap angka, nama laboratorium dan nomor laporan, tanggal uji, lot yang diuji, dan kesediaan pabrik menguji ulang lot kiriman. Lalu bakar sampelnya di alat milikmu.

Bagikan: WhatsApp LinkedIn Email

Diterbitkan PT Kora Prima Abadi (Bogor). Kora salah satu produsen yang dibahas.